FC Inter Milan

468x60 Ads

Senin, 30 Januari 2012

Mei 2012, Inter di Jakarta

Indonesia bakal kembali kedatangan salah satu klub besar Eropa. Setelah sekian lama rencana tersebut tak kunjung terealisasi, Juara 18 kali Liga Italia, Internazionale Milan (Inter Milan) memastikan kunjungannya ke Jakarta pada  Mei mendatang. 

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh CEO Inter Milan Ernesto Paolillo dalam sesi jumpa pers di Jakarta, kemarin (30/1). Dia menyatakan bahwa dalam lawatan kali ini hanya Indonesia yang dituju oleh Inter.

"Kunjungan ke Negara Asia ini hanya ke Indonesia. Karena itu kami sangat senang program FC Inter Indonesia Tour 2012 ini bisa direalisasikan," katanya.

Ernesto menyebut bahwa dalam lawatan kali ini pihaknya memastikan bakal memebawa kekuatan terbaik Inter Milan. Tapi, kekuatan itu minus pemainEropa yang saat ini hampir pasti memperkuat Tim Nasional masing-masing pada ajang kompetisi sepak bola antar negara Eropa, Euro 2012.

Pemain itu antara lain Wesley Sneijder  (Gelandang tim Belanda, Thiago Motta (Gelandang-Italia), Giampaolo Pazzini (Striker-Italia), dan Andrea Ranocchia (bek-Italia). 
"Mereka tentu akan mengikuti persiapan yang dilakukan oleh timnas masing-masing. Karena itu kami tidak bisa membawa mereka," terangnya.

Kendati demikian, lelaki 66 tahun tersebut menjami bahwa pemain dengan nama besar yang berasal dari Amerika Latin akan tetap datang. Dia tidak ingin mengecewakan para penggemar Inter Milan di Indonesia karena jumlah fansnya termasuk yang terbanyak, mencapai sekitar 13 ribuan fans.

Selain pemain asal Amerika Latin, Inter Milan juga akan membawa serta pemain baru yang bakal direkrut untuk musim depan dan pemain Asia mereka, Yuta Nagatomo, asal Jepang.

Bukan hanya itu, mereka juga sedang membicarakan program pendirian akademi sepak bola Inter Milan di Indonesia bersama promotor yang mendatangkan mereka ke Indonesia, Entong Nursanto. Rencananya, akademi tersebut bakal dibuat bukan hanya di Jakarta, melainkan juga di wilayah lain di Indonesia.

"Kami sedang bahas masalah program akademi juga. Saya melihat Indonesia dengan jumlah anak muda yang besar adalah potensi untuk mendapat pemain bagus," tutur Ernesto.

Selama di Indonesia, Inter Milan dijadwalkan untuk melakoni dua kali laga uji tanding. Yakni pada 24 Mei dan 26 Mei. Lawan yang akan dihadapi sudah dipastikan oleh pihak promotor kepada PSSI, yakni tim Indonesia Selection dan Liga Selection.

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin membenarkan hal tersebut. Pihaknya bahkan telah mempersiapkan tim yang akan meladeni Javier Zanetti dkk.

"Untuk tim Indonesia Selection, akan dipilihkan dari pemain Timnas U-23 dan Senior. Sementara, untuk Liga Selection akan dipilih dari pemain terbaik dari tiap tim yang bermain di Indonesia Premier League (IPL)," paparnya.

Djohar juga berharap dengan keberhasilan mendatangkan Inter Milan ke Indonesia, akan menjadi pembuka bagi kedatangan klub-klub besar Eropa lainnya. Tim besar Eropa terakhir yang menjadwalkan datang ke Indonesia tetapi batal adalah Manchester United pada 2009 silam. Mereka batal ke Jakarta setelah terjadi tragedi peledakan bom di Mega Kuningan.

"Kami berharap selanjutnya akan semakin banyak klub besar yang berdatangan ke Indonesia. ini akan bermanfaat untuk tim Indonesia, para penggemar dan pasar mereka di Indonesia," tandasnya.

Kamis, 19 Januari 2012

Inter Waspadai Lawatan Lazio

Milan - Dari lajunya sejauh ini, Lazio mengais angka lebih banyak di partai tandang. Akan didatangi Lazio akhir pekan ini, Inter Milan pun diminta siaga penuh.

Sampai dengan giornata 18, Biancocelesti tampil cukup baik dengan memetik poin 33 yang menempatkan tim asal kota Roma itu di posisi empat klasemen sementara Seri A.

Dari jumlah poin tersebut 17 di antaranya--lebih dari setengah--diraih Lazio di partai tandang, dengan di antaranya mengimbangi AC Milan 2-2 dan mengalahkan Fiorentina 2-1.

Di giornata 19 Lazio akan melawat ke markas Inter, Senin (23/1/2012) dinihari WIB. Pertandingan dijamin sengit karena tuan rumah sedang tampil menanjak.

Semenjak kalah dari Udinese awal Desember lalu, Nerazzurri justru tengah akrab dengan kemenangan dan mencatatkan enam kemenangan beruntun.

Pun demikian, Allenatore Inter Claudio Ranieri sadar benar kalau Lazio bisa mengancam laju positif timnya. Maka usai menang atas Genoa dan memastikan tiket perempatfinal Coppa Italia, ia pun mewanti-wanti agar timnya langsung konsentrasi ke Lazio.

"Kami kini harus terus melakukan apa yang sudah kami lakukan. Kami akan dikunjungi Lazio, sebuah tim yang sudah memetik poin di kandang dan juga di kandang. Kami sekarang harus fokus ke mereka," tegasnya di situs Inter.

Saat menghadapi Genoa, Ranieri sudah menyimpan sejumlah pemain utamanya dan hanya memainkan beberapa pemain intinya saja. Rotasi itu memang ia lakukan demi menjaga kebugaran pemain mengingat Lazio sudah berlaga di Coppa Italia pada pekan lalu.

"Banyak pertandingan dalam waktu singkat? Ya, kami harus bermain di banyak partai, tapi kami hanya harus tetap melakukannya dan terus bekerja keras. Saat ini yang mesti kami pikirkan hanyalah bagaimana caranya bisa tampil bagus, kami akan lihat bagaimana situasi nanti melawan Lazio," lugas Ranieri.

Coppa Italia: Inter Milan Tantang Napoli Di Perempat-Final


Kemenangan 2-1 atas Genoa, Jumat (20/1) dini hari WIB, membawa Inter Milan ke babak perempat-final Coppa Italia di mana mereka akan menghadapi Napoli.


Cambiasso e Poli festeggiano un goal durante Inter-Genoa (Coppa Italia)
Getty
Tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Giuseppe Meazza, anak-anak asuh Claudio Ranieri langsung menekan tim tamu ketika laga digulirkan. Wesley Sneijder, yang kembali diturunkan sebagai starter setelah pulih dari cedera panjang, bahkan langsung mengancam gawang Cristiano Lupatelli ketika laga baru berjalan tiga menit. Namun, tendangan playmaker Belanda masih melambung di atas mistar gawang.
Meski begitu, Nerazzurri tidak perlu menunggu lama untuk berpesta. Memasuki menit kesembilan, Maicon membuka keunggulan bagi Inter setelah sukses merangsek ke depan gawang Lupatelli.
Tertinggal dari Inter, Genoa mulai membangun serangan dan mencoba balik menekan tuan rumah. Namun, ketatnya barisan pertahanan Nerazzurri membuat tim besutan Pasquale Marino kesulitan mengancam gawang Luca Castelazzi.
Sneijder tampil cukup impresif dalam laga pertamanya sebagai starter dengan memberikan sejumlah peluang emas bagi Inter. Sayang, hingga babak pertama berakhir, peluang-peluang tersebut belum bisa dikonversikan menjadi gol.
Inter tidak perlu menunggu lama sebelum menggandakan keunggulan di babak kedua. Hanya tiga menit setelah babak kedua digulirkan, Andrea Poli memaksa Lupatelli kembali memungut bola dari gawangnya setelah memaksimalkan umpan satu-dua dengan gelandang Nigeria Joel Obi.
Unggul dua gol, Inter tampaknya mulai menerapkan strategi bertahan, sementara Genoa balik mendominasi serangan. Skuad Rossoblu mendapat peluang emas mengejar ketinggalan melalui Lucas Pratto di menit ke-52. Sayang, sepakannya masih terlalu lemah sehingga bisa ditangkap dengan mudah oleh Castelazzi.
Genoa bahkan nyaris kembali kebobolan menyusul tendangan lob terukur Sneijder di menit ke-75. Namun, upaya mantan punggawa Real Madrid meleset tipis di atas gawang Lupatelli.
Tim tamu akhirnya berhasil mencetak gol hiburan di masa perpanjangan waktu (90' + 2') ketika sepakan Valter Birsa di dalam kotak penalti gagal dihalau Castelazzi.
Hasil akhir 2-1 mengantarkan Inter ke babak perempat-final melawan Napoli, di mana laga bakal digulirkan Kamis (26/1) dini hari WIB.

Rabu, 18 Januari 2012

INTER-INDONESIA TOUR 2012





Vanue : Stadion Utama Gelora Bung Karno
- FC Inter vs Tim Indonesia Selection (Mei 2012, 19:00 WIB)
- FC Inter vs Timnas U-23 (Mei 2012, 19:00 WIB)


Selamat Datang FC Inter ke Indonesia!
F.C. Inter, tim Inti

1. Julio Cesar
2. Zanetti Javier
3. Lucimar Lucio
4. Samuel Walter
5. Nagatomo Yuto
6. Milito Diego
7. Diego Forlan
8. Motta Thiago
9. Cambiasso Esteban
10. Alvares Ricardo
11. Stankovic Dejan
12. Mauro Zarate
Harga Tiket :
Kelas Harga
VVIP Rp. 5.000.000
VIP Barat Rp. 3.500.000
VIP Timur Rp. 3.000.000
Kelas 1 Rp. 500.000
Kelas 2 Rp. 150.000
Tribun Rp. 75.000

Selasa, 17 Januari 2012

MILAN NGOPLO LAGI !




Foto: Selebrasi gol Diego Milito ke gawang Milan/Reuters
Foto: Selebrasi gol Diego Milito ke gawang Milan/Reuters
MILAN - Diego Milito membuat AC Milan merana. Gol semata wayangnya di menit ke-54, memastikan kemenangan 1-0 Inter Milan dalam laga panas bertajuk derby della Madonnina, Senin (16/1/2012) dini hari WIB.

Selayaknya laga derby, duel Milan kontra Inter kali ini juga langsung berjalan dengan tempo tinggi. Kedua tim sama-sama menerapkan permainan terbuka.

Laga baru memasuki menit ke-4, Inter berhasil unggul lewat gol Thiago Motta yang menyambut umpan Douglas Maicon dengan tandukannya. Sayang, gol tersebut dianulir wasit Daniele Orsato yang menilai Motta telah terlebih dulu terperangkap offside.

Usai insiden tersebut, Milan mulai mengambilalih jalannya laga. Di menit ke-11, Alexandre Pato mendapat peluang. Sayang, Pato kurang tenang dalam mengeksekusi bola. Tendangan dari dalam kotak penalti melambung.

Milan yang mendapat dukungan lebih dari penonton di San Siro, terus mengendalikan permainan. Di menit ke-21, Kevin Prince Boateng berpeluang besar membuka keungulan Milan. Memanfaatkan umpan pojok mendatar Emanuelson, Boateng yang tidak terkawal melepaskan tembakan, namun sayang bola masih melayang di atas mistar Julio Cesar.

Ibra juga punya peluang di menit ke-31. Sayang tendangan akrobatiknya menyambut umpan silang Boateng masih melambung di atas mistar gawang Cesar.

Inter yang bermain mengandalkan serangan balik, mendapatkan peluang emas pertamanya di menit ke-39. Akselerasi Yuto Nagatomo diakhiri dengan melepaskan umpan silang ke jantung pertahanan Milan. Bola diterima Ricky Alvarez yang tidak terkawal di mulut gawang. Sayang eksekusi pemain muda Argentina ini masih terlalu lemah sehingga bisa diantisipasi Christian Abbiati.

Tempo permainan kian meninggi di lima menit terakhir. Milan nyaris membuka skor andai tendangan Mark van Bommel menyambut umpan Pato tidak menghantam mistar gawang. Skor 0-0 alias kacamata masih bertahan hingga babak pertama usai.

Memasuki interval kedua, Milan masih mendominasi penguasaan bola. Namun, alih-alih membuka keunggulan, gawang I Rossoneri justru bobol lebih dulu. Diego Milito membawa Inter unggul di menit ke-54.

Berawal dari sebuah serangan balik cepat, Javier Zanetti sukses menggiring bola dari tengah lapangan dan kemudian melepaskan umpan ke arah Milito. Bola umpan Zanetti gagal diantisipasi Ignazio Abate sehingga memudahkan Milito untuk menggiringnya ke kotak penalti dan sejurus kemudian melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dibendung Abbiati. 1-0 untuk Inter.

Tertinggal, Milan coba merespon dengan meningkatkan serangan. Namun, skema defensif yang diterapkan Ranieri membuat Milan kesulitan mendobrak pertahanan Inter yang berlapis. Sementara itu, Inter masih terus menebar ancaman lewat serangan balik cepat yang jadi senjata utama mereka.

Milan punya peluang di menit ke-70 melalui Ibra. Sayang, tendangan mendatar Ibra masih melebar. Semenit berselang, Milito kembali mendapat peluang. Namun, kali ini tendangannya dari dalam kotak penalti masih bisa diredam Abbiati.

Di menit ke-76, Ibra melepaskan umpan ke kotak penalti yang disambut tendangan Nocerino. Bola meluncur ke arah Pato di depan gawang. Sayang, striker asal Brasil gagal meneruskanya dengan baik. Cesar pun dengan mudah mengamankan bola.

Memasuki 10 menit sisa pertandingan, Clarence Seedorf yang baru masuk ke lapangan menebar ancaman dengan tendangan jarak jauh. Sial, Julio Cesar tampil sigap mengamankan bola. Tak lama berselang giliran Stephan El Shaarawy yang harus gigit jari setelah sontekannya juga digagalkan Cesar. El Shaarawy baru masuk menggantikan Pato.

Hasil ini membuat rekor tidak terkalahkan Milan di San Siro akhirnya pecah. Milan pun dipastikan gagal mengkudeta Juventus yang beberapa jam sebelumnya bermain imbang lawan Cagliari. Milan tak beranjak dari posisi dua, tertinggal satu poin dari Juve di puncak klasemen.

Sementara bagi Inter, ini merupakan kemenangan keenam mereka secara beruntun. Tambahan tiga angka memang tidak mengubah posisi Inter di peringkat lima dengan 32 poin, namun sukses memangkas selisih poin dengan Lazio di tempat keempat menjadi hanya satu angka.

Susunan Pemain:
Milan (4-3-1-2):
 Abbiati; Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta/Robinho (66’) Boateng, Van Bommel, Nocerino/Seedorf (79’); Emanuelson; Ibrahimovic, Pato/El Shaarawy (83’).

Inter (4-4-2): Julio Cesar; Maicon, Lucio, Samuel, Nagatomo; Zanetti, Thiago Motta, Cambiasso, Alvarez/Chivu (67’); Milito/Sneijder (75’), Pazzini/Forlan (90+1).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More